LAGA panas bertajuk big match Bundesliga antara Bayer Leverkusen melawan Bayern Munchen berakhir imbang 1-1, Sabtu malam. Pertandingan yang digelar di BayArena ini diwarnai drama luar biasa, termasuk dua kartu merah yang memaksa sang pemuncak klasemen, Bayern Munchen, menyudahi laga hanya dengan sembilan pemain.
Tuan rumah Leverkusen langsung menggebrak di menit ke-6. Melalui skema kerja sama tim yang apik, Aleix Garcia sukses menaklukkan kiper ketiga Bayern, Sven Ulreich, melalui tendangan chip cerdik setelah menerima umpan Patrik Schick.
Upaya Bayern untuk bangkit sempat membuahkan hasil lewat sundulan mantan bek Leverkusen, Jonathan Tah. Namun, gol tersebut dianulir VAR karena terjadi pelanggaran handball. Nasib buruk Bayern berlanjut sebelum turun minum saat penyerang Nicolas Jackson diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap pergelangan kaki Martin Terrier.
Kontroversi Kartu Merah Luis Diaz
Memasuki babak kedua, Bayern yang bermain dengan 10 orang sempat memasukkan Harry Kane untuk menambah daya gedor. Kane sebenarnya sempat mencetak gol hanya 47 detik setelah masuk, namun lagi-lagi VAR membatalkannya karena handball.
Harapan muncul bagi tim tamu pada menit ke-69 ketika Luis Diaz sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan akurat Michael Olise. Sayangnya, kegembiraan Diaz tak bertahan lama. Ia menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah karena dianggap melakukan diving di kotak penalti.
Keputusan wasit Christian Dingert ini memicu protes keras dari kubu Bayern. Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, meluapkan kekecewaannya kepada DAZN.
“Ini adalah performa buruk dari wasit. Mengapa dia (Diaz) mendapat kartu merah, tidak ada seorang pun di stadion ini yang tahu lagi, ini gila… Seseorang perlu menjelaskan kepada saya mengapa itu kartu kuning pada tahap pertandingan seperti itu. Ini pukulan besar dan dia akan absen pada laga berikutnya,” tegas Kompany.
Usai laga, wasit Dingert mengakui kesalahannya. “Saya melihat kejadian itu sebagai diving. Namun setelah melihat rekaman video, jelas itu bukan penalti. Tapi kartu merah itu sangat kasar—saya tidak akan memberikan itu sekarang,” aku Dingert kepada Sky.
Meski bermain dengan 9 orang untuk pertama kalinya sejak tahun 2001, Bayern mampu bertahan dari gempuran Leverkusen hingga peluit panjang dibunyikan.
Dortmund Terus Membayangi
Di pertandingan lain, Borussia Dortmund sukses memanfaatkan situasi dengan meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Augsburg. Gol dari Karim Adeyemi di menit ke-13 dan tandukan bek muda berusia 18 tahun, Luca Reggiani, membawa Dortmund kini mengoleksi 58 poin.
Hasil ini membuat Dortmund memangkas jarak menjadi sembilan poin dari Bayern Munchen di puncak klasemen dengan menyisakan delapan pertandingan lagi. Persaingan menuju gelar juara Bundesliga pun dipastikan semakin memanas di sisa musim ini. (AFP/Z-2)