JURU bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengeluarkan seruan keras kepada rakyat Amerika Serikat untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah mereka atas apa yang ia sebut sebagai “perang agresif” terhadap Iran. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Asia Barat.
“Rakyat Amerika harus tahu bahwa apa yang dilakukan pemerintah mereka terhadap Iran di Asia Barat adalah ketidakadilan besar dan perang agresif yang tidak adil,” ujar Baghaei kepada kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency (ISNA), Senin. Ia menambahkan bahwa publik AS harus mengaudit tindakan dan kejahatan yang dilakukan atas nama mereka.
Gugurnya Perwira Tinggi dalam Kontak Senjata
Militer Iran mengonfirmasi tewasnya empat perwira angkatan darat dalam pertempuran langsung melawan pasukan AS di provinsi Isfahan, Minggu dini hari. Kontak senjata tersebut melibatkan jet tempur, helikopter, dan drone bersenjata milik Amerika Serikat.
Keempat perwira yang gugur diidentifikasi memiliki pangkat mulai dari Letnan Satu hingga Brigadir Jenderal. Menurut pernyataan resmi militer, unit tersebut sempat menghantam pesawat AS dengan rudal panggul sebelum akhirnya menjadi sasaran serangan udara balasan yang fatal.
Serangan Fasilitas Nuklir dan Isu Kemanusiaan
Ketegangan semakin memuncak setelah Organisasi Energi Atom Iran mengutuk serangan udara yang diduga dilakukan oleh AS dan Israel terhadap fasilitas produksi yellowcake Shahid Rezayee Nejad di Ardakan, Provinsi Yazd. Fasilitas ini merupakan komponen krusial dalam siklus bahan bakar nuklir Iran.
“Teknologi nuklir Iran adalah untuk melayani perdamaian dan kesehatan umat manusia. Jalur nuklir negara ini tidak akan pernah dihentikan dengan menjatuhkan bom berat,” tulis organisasi tersebut melalui unggahan di media sosial X.
Meskipun kerusakan spesifik belum dirinci, serangan ini dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap kekebalan fasilitas nuklir damai. Sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengonfirmasi adanya kerusakan pada fasilitas yang sama pada Maret lalu, namun tidak mendeteksi kenaikan tingkat radiasi.
Laporan Korban Sipil
Kementerian Kesehatan Iran merilis data mengejutkan mengenai dampak kemanusiaan sejak perang dimulai. Mereka mengklaim ratusan warga sipil telah menjadi korban dalam serangan udara AS-Israel.
Berdasarkan laporan kementerian, setidaknya 220 anak di bawah usia 18 tahun dan 254 perempuan tewas dalam konflik ini. Sektor kesehatan juga mengalami dampak berat dengan kerusakan pada 41 ambulans serta gugurnya 25 petugas medis.
Di sisi lain, anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, Saeed Jalili, menanggapi retorika Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan “menghabisi” Iran dalam satu malam. Menurut Jalili, pernyataan provokatif Trump justru menguntungkan Iran dalam memaparkan wajah asli kebijakan luar negeri Amerika Serikat kepada dunia.
Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat dan Israel belum memberikan komentar resmi terkait rincian jumlah korban dan serangan fasilitas nuklir yang dilaporkan oleh Teheran tersebut. (CNN/Z-2)