PARA ilmuwan berhasil mendeteksi penemuan geologi yang mengejutkan di Planet Merah. Sebuah anomali panas raksasa terdeteksi berada jauh di bawah permukaan Mars. Temuan ini memberikan bukti terkuat hingga saat ini bahwa interior Mars tidak sepenuhnya dingin dan mati, melainkan masih menyimpan aktivitas vulkanik yang aktif secara geologis.
Anomali termal berukuran luas tersebut teridentifikasi di wilayah Elysium Planitia, daerah dataran halus di dekat khatulistiwa Mars. Berdasarkan data pengukuran gravitasi dan pencitraan orbit, struktur panas ini diperkirakan merupakan mantle plume—kolom batuan cair sangat panas yang naik dari mantel dalam menuju ke kerak planet.
Kepala Panas Raksasa di Bawah Kerak Mars
Struktur plume mantel yang terdeteksi tersebut memiliki diameter mencapai ribuan kilometer. Panas mendidih yang terdorong ke atas menyebabkan kerak Mars di wilayah Elysium Planitia terangkat beberapa kilometer dan memicu retakan-retakan vulkanik di permukaannya.
Fenomena serupa di Bumi dapat ditemukan pada wilayah seperti Taman Nasional Yellowstone atau Kepulauan Hawaii, di mana arus panas mantel menembus kerak dan memicu aktivitas vulkanik serta gempa bumi secara berkala.
Para peneliti mencatat bahwa area di atas anomali termal ini bertepatan dengan lokasi terjadinya retakan geologis muda yang dikenal sebagai Cerberus Fossae. Wilayah ini juga menjadi pusat lokasi dari mayoritas aktivitas gempa mars (marsquakes) yang berhasil direkam oleh pendarat InSight milik NASA selama masa misinya.
Mengubah Pandangan Masa Lalu Mars
Selama puluhan tahun, konsensus ilmiah yang berlaku umum menganggap Mars sebagai planet yang telah mati secara geologis sejak miliaran tahun lalu. Massa planetnya yang jauh lebih kecil dibanding Bumi diperkirakan membuat interior Mars mendingin lebih cepat, sehingga menghentikan pergerakan tektonik dan letusan gunung berapi.
Namun, keberadaan anomali panas yang masih membara hingga saat ini mematahkan pandangan tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa Mars masih memiliki dinamika interior aktif yang terus memengaruhi kondisi fisiknya.
Implikasi Bagi Potensi Kehidupan dan Eksplorasi
Keberadaan sumber panas aktif di bawah permukaan planet memiliki implikasi besar bagi pencarian jejak kehidupan masa lalu maupun masa depan di Mars:
- Pelelehan Es Subpermukaan: Panas dari mantel yang naik dapat melelehkan kantong-kantong es air di bawah kerak, menciptakan lingkungan air cair yang stabil dalam jangka panjang.
- Potensi Habitat Mikroba: Lingkungan hangat bernutrisi mineral di bawah tanah menyediakan kondisi ideal bagi potensi kehidupan mikroorganisme (astrobiologi).
- Masa Depan Eksplorasi: Informasi mengenai titik panas internal menjadi panduan krusial untuk menentukan lokasi pendaratan misi penjelajahan manusia di masa depan.
Para ilmuwan menegaskan bahwa pemahaman terbaru mengenai struktur dalam Mars ini membuka babak baru dalam mempelajari sejarah evolusi planet-planet berbatu di Tata Surya kita.