PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dirinya telah “memeriksa” kolam ikonik Reflecting Pool di Washington DC. Ia menegaskan pekerjaan perbaikan terhadap salah satu landmark bersejarah Amerika tersebut akan segera dimulai.
Meski baru saja menjalani renovasi bernilai jutaan dolar termasuk pengecatan ulang, struktur bersejarah ini terus menghadapi masalah. Salah satu yang paling mencolok adalah pertumbuhan alga yang mengubah air kolam menjadi hijau terang. Menurut Trump, kolam tersebut kemungkinan perlu dikuras dan diisi ulang untuk kedua kalinya dalam bulan ini.
Pernyataan ini muncul seiring klaim Trump bahwa cat kolam telah dirusak oleh para pelaku vandalisme menjelang peringatan HUT Kemerdekaan AS yang ke-250 pada 4 Juli mendatang. Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun Truth Social miliknya setelah terbang di atas lokasi menggunakan helikopter dalam perjalanan pulang dari Camp David pada hari Minggu.
“Saya baru saja memeriksanya, dan hanya bisa berkata pada diri saya sendiri, dan orang-orang di sekitar saya, WOW, siapa yang tega melakukan hal seperti itu? ORANG-ORANG SAKIT DAN GILA!” tulis Trump. Wartawan yang ikut dalam rombongan mengonfirmasi bahwa Trump memantau kolam tersebut dari udara, bukan melalui jalur darat.
Terkait dugaan perusakan ini, Jaksa Wilayah AS untuk Washington DC, Jeanine Pirro, berjanji akan menuntut siapa pun yang terbukti merusak kolam secara agresif. “Siapa pun yang berada dalam posisi melakukan vandalisme atau mencoba melakukan vandalisme akan menghadapi sistem peradilan pidana di DC,” tegasnya kepada Fox News.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menyatakan lima orang telah ditangkap karena vandalisme dan lima lainnya diberikan surat tilang oleh polisi pada Sabtu malam. Sebanyak 14 laporan polisi telah diajukan, termasuk satu laporan mengenai seseorang yang diklaim Trump menggunakan bilah pisau untuk “membuat sayatan sepanjang 250 kaki pada fasad yang indah.” Namun, Kepolisian Taman AS (US Park Police) belum memberikan konfirmasi terkait angka penangkapan tersebut.
Pada hari Jumat, polisi juga menangkap mantan atlet Olimpiade sekaligus juara kano, David “Davey” Hearn, dengan tuduhan melakukan perusakan. Namun, Hearn membantah keras tuduhan tersebut kepada BBC.
“Saya tidak merusak, merobek, mengoyak, mengupas, atau menghilangkan bagian apa pun dari cat tersebut. Kondisi bagian mana pun dari reflecting pool tidak berubah. Itu tidak terpengaruh. Kondisinya sama sebelum saya tiba di sana dan ketika saya berjalan pergi,” tegas Hearn yang menyebut penangkapannya sebagai “tuntutan yang sewenang-wenang.”
Di sisi lain, para pejabat setempat telah menggunakan bahan kimia, termasuk hidrogen peroksida, untuk membersihkan pertumbuhan alga hijau sejak kolam diisi ulang awal bulan ini. Terkait hal tersebut, Profesor ekologi akuatik dari George Mason University, Rosalina Stancheva Christova, memastikan bahwa jenis alga hijau Desmodesmus di kolam tersebut “sama sekali tidak berbahaya” bagi manusia maupun hewan. Kendati demikian, ia mengingatkan perlunya pemantauan konstan karena komposisi alga dapat berubah dengan cepat dan berpotensi membawa bakteri berbahaya melalui burung yang datang. (BBC/Z-2)