BIRO investigasi federal (FBI) bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti di lapangan usai penembakan di Islamic Center of San Diego. Agen Khusus yang memimpin FBI San Diego, Mark Remily, memastikan pihaknya berkoordinasi ketat dengan kepolisian setempat.
“Kami sedang dalam proses mewawancarai keluarga dan teman-teman dari para pelaku, dan tim teknisi tanggap bukti sedang mengumpulkan semua bukti dari tempat kejadian untuk ditinjau,” ungkap Remily dalam konferensi pers. “Kami akan memproses semuanya secepat mungkin, tetapi seteliti mungkin.”
Remily menambahkan penjinak bom telah memeriksa dan memastikan kendaraan tempat dua tersangka remaja ditemukan tewas dalam kondisi aman.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan mitra penegak hukum kami dan bekerja erat dengan mereka selama diperlukan sampai kami memahami apa yang terjadi,” tegas Remily. “Kami tidak akan membiarkan ada satu pun celah yang terlewat.”
Terkait para korban, Kepala Kepolisian Scott Wahl menyatakan pihak otoritas belum akan merilis identitas tiga orang yang tewas dalam waktu dekat demi menjaga privasi keluarga dan kelancaran penyelidikan.
“Kami baru saja memberi tahu keluarga para korban tersebut. Kami tidak akan mempublikasikan identitas mereka saat ini,” pungkas Wahl. “Kami mencoba melindungi apa yang kami miliki. Ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami ingin memastikan kami menjaga sebagian dari hal tersebut untuk saat ini.”
Tidak Ada Ancaman Spesifik
Wahl menyatakan bahwa tidak ada ancaman spesifik yang ditujukan kepada tempat tertentu di dalam catatan maupun senjata milik salah satu tersangka yang menyerang Islamic Center of San Diego.
“Tidak ada ancaman spesifik, terutama tidak ada ancaman spesifik terhadap Islamic Center. Itu hanya semacam ujaran kebencian umum yang saya pikir mencakup spektrum yang luas,” kata Wahl. “Sekali lagi, kami masih aktif menyelidiki hal ini saat kita berbicara, tetapi ini lebih bersifat umum.”
Wahl juga menyinggung realitas bahwa seluruh fasilitas keagamaan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia kini menyadari adanya risiko keselamatan yang membayangi mereka.
“Ini adalah kenyataan pahit dari dunia tempat kita tinggal saat ini. Namun saya akan katakan tentu saja, semua orang merasakan ketidakamanan itu,” tambahnya.
Kecaman Luas dari Para Pejabat Publik
Aksi penembakan mematikan di masjid terbesar di San Diego ini langsung menuai kecaman keras dari para pejabat publik. Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan bahwa dia dan istrinya sangat terpukul atas serangan kekerasan tersebut, terlebih karena lokasi itu merupakan tempat berkumpulnya keluarga, anak-anak, dan warga yang beribadah dengan damai.
“Para jemaah di mana pun tidak boleh ketakutan akan nyawa mereka,” sebut Newsom dalam pernyataan resminya. “Kebencian tidak memiliki tempat di California, dan kami tidak akan menoleransi tindakan teror atau intimidasi terhadap komunitas iman.”
Kecaman serupa datang dari Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di kota tersebut. Melalui unggahannya di media sosial X, Mamdani menegaskan bahaya nyata dari sentimen anti-Islam.
“Islamofobia membahayakan komunitas Muslim di seluruh negeri ini,” ujar Mamdani. “Kita harus menghadapinya secara langsung dan berdiri bersama melawan politik ketakutan dan perpecahan.”
Selain Newsom dan Mamdani, Senator AS Lindsey Graham dari South Carolina dan Anggota DPR AS Zoe Lofgren dari California turut menyampaikan kecaman mereka atas insiden berdarah ini. (CNN/Z-2)