MENJELANG puncak ibadah haji atau Armunza, Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah melakukan survei lokasi tenda arafah (No 58) dan Mina (Zona 5) bersama syarikah, yakni pihak Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ditunjuk. Survei dilakukan untuk mematangkan kesiapan tenda jemaah.
Hal itu disampaikan petugas PHD Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, kepada MediaIndonesia.com, langsung dari Tanah Suci Mekah Almukaromah, pada Sabtu (16/5/2026) malam.
“Survei dilakukan untuk memastikan kapasitas tenda sudah mencukupi atau belum, dan sudah dilengkapi dengan manifestv nama maktab untuk mempermudah penempatan jemaah, apa belum,” ujar Azmi Majid.
Azmi Majid menyebut tenda jemaah Indonesia sudah dilengkapi dengaan pendingin udara (AC), kasur , bantal, dan selimut untuk kenyamanan selama wukuf.
“Termasuk pasokan air untuk toilet dan tempat wuddhu dipastikan mengalir deras. Tenda juga dilengkapi toilet khusus bagi jemaah lanjut usia,” terang Azmi Majid.
Azmi Majid juga melaporkan kondisi jemaah, dimana dilaporkan bahwa seorang jemaah atas nama Mubarokatul Adawiyah yang sebelumnya sepekan dirawat di Klinik King Abdul Aziz, sudah kembali ke hotel karena kondisi kesehatannya mulai membaik.
“Tapi ada juga seorag jemaah atas nama Siska masih dirawat di RS Al Noor Specialist Hospital Mekkah lebih dari seminggu. Dan satu jemaah lagi atas nama Masjuki, masuk tanggal 16 Mei dini hari jam 01.10 WAS ke RS Al Noor Specialist Hospital dalam rangka perawatan penyakit jantung nyeri dada ,” jelas Azmi Majid.
Menurut Azmi Majid jemaah secara umum terpantau dapat melaksanakan salat di Masjidil Haram dan di hotel. Sebagian jemaah ada yang melakukan umroh dengan berangkat secara pribadi maupun dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
“Kami petugas selalu menjaga komunikasi dengan jemaah yang melaksanakan umroh. Ada memang beberapa jemaah yang sakit ringan tapi dapat diatasi oleh tim Kloter,” jelasnya.
Azmi Majid menambahkan jika pihaknya juga berkolaborasi dengan PPIH Kloter melakukan Kegiatan pengontrolan konsumsi pada jemaah, visitasi jemaah dan pemeriksaan pada jemaah yang memerlukan.
“Edukasi minum dan jaga kesehatan serta jaga kebersamaan selama prosesi pelaksanaan umroh juga terus digalakkan agar mengurangi insidensi dehidrasi yang berbahaya terutama untuk lansia dan menghindari potensi terjadinya jameah tersesat. Termasuk dukasi tentang pentingnya Nusuk (platform resmi dari Pemerintah Arab Saudi) yang seperti nyawanya identitas haji,” pungkasnya. (Z-2)