SALAH satu poin paling krusial dalam rancangan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yakni mengenai pembukaan Selat Hormuz. Jalur perdagangan energi paling vital di dunia tersebut dijadwalkan akan dibuka dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Kesepakatan final antara Iran dan AS dilaporkan akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Laporan kantor berita Iran, Mehr, yang mengutip rancangan nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington, Senin (15/6).
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung. Selamat untuk semua!” kata Presiden Donald Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.
“Dengan ini saya secara penuh mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa hambatan, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dari seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!,” ucap Trump.
Penandatanganan di Swiss
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa seluruh poin dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran tersebut telah rampung. Jika tidak ada perubahan jadwal, dokumen bersejarah tersebut akan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.
- Pengesahan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB.
- Komitmen AS untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.
- Penghormatan penuh AS terhadap kedaulatan Republik Islam Iran.
- Pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan.
(Ant/H-4)